Aku punya masalah.
Akupun lelah.
tapiku akhiri dengan salah.hingga buat dia marah.
aku ingin dia mengerti seorang pendiam.
tapi rasanya dia masih jauh untuk itu.
rasanya aku ingat kembali perasaan yang menyelimuti hari itu. Pekat,Gelap, seakan tidak ada orang yang bisa mengerti aku.
Sepertinya hanya satu satunya yang bisa mengerti aku, Tuhan.
Dia tidak marah, ketika aku salah.
Dia selalu penyayang, dia ada disaat aku sesat.
dia percaya saat aku kehilangan semua orang.
Aku sudah puas mempercayai orang-orang.
Mereka mendekat karena punya tujuan sendiri
Mereka baik karena punya egois yang dibawa
Apa diantara mereka ada yang baik? Ada, pasti.
Dan aku percaya.