Takut Nikah euy !

  Assalamua'laikum.

  Membahas pernikahan memang tidak ada habisnya apalagi dikalangan remaja seperti saya mungkin ambisi, hasrat dan hawa nafsu masih menggebu gebu, akan tetapi apasih yang ingin anda harapkan dari tulisan seorang remaja 19 tahun ini yang kemampuan literasinya pun kurang bisa diharapkan yang berani beraninya membahas hal hal yang kompleks seperti pernikahan.

 Diusia sekarang sepertinya saya hanya ingin berbagi perspektif saja tentang pernikahan , karena mungkin ketika saya nanti beranjak dewasa pemikiran saya akan berbeda dengan saya yang diusia ini. Saya membuka diri jika anda sebagai pembaca ingin berdiskusi dan membahas ini lebih dalam, jadi tanpa berlama lama silahkan nikmati saja lah saya nggak mau banyak basa basi wkwk.

  Banyak remaja yang mempunyai keinginan menikah muda, alasannya beragam ada orang yang memang sudah merasa dirinya cukup umur dengan artian dia sudah merasa cukup tua dengan usianya, ada yang memang sudah merasa matang ilmu dan finansialnya , dan ada juga aji mumpung sudah ada yang melamar nggak sengaja jadi pengen nikah.

 Alasan alasanya nya sih nggak ada yang salah. Cuman kalau kita berpikir lebih mendalam membina keluarga bukan sekedar Dirimu suka diriku, diriku suka dirimu, yuk kita ke KUA !  Baru juga liat berduaan dijalan eh satu minggu kemudian sudah sebar undangan  seenak udel memang, tapi memang itulah fakta dilapangan yang kamu lihat disekitar lingkungan dekat rumah kamu, eh saya.

Bagi saya menikah adalah suatu proses penting dalam kehidupan. Dari sana anda akan memulai sebuah peradaban yang itu menjadi cikal bakal keturunanmu. Banyak orang yang mengibaratkan pernikahan sebagai sebuah perahu yang mengarungi berbagai samudra.  Ibarat membuat perahu disanalah anda akan belajar bagaimana cara membangun pondasi dari awal, lalu bagaimana membentuknya,  lalu bagaimana anda melayarkan nya.

 Banyak hal yang harus kita persiapkan agar bisa sampai tujuan dengan aman , selamat dan nyaman (Udah kayak Iklan Maskapai ae) ; Kemampuan Nahkoda dalam mengendalikan kapal, Kemampuan membaca navigasi, kesigapan anak buah kapal , dan lain sebagai nya yang tidak bisa saya bahas satu persatu.

 Jika kita nekat berlayar tanpa kesiapan yang matang, maka ketika badai atau ombak menyerang sementara nahkoda nya tidak siap dan anak buahnya tidak sigap, kapal bisa terombang ambing oleh ombak yang berpotensi tenggelam nya perahu. Namun selain itu juga jika kita banyak pertimbangan ini itu, berpikir dan menyiapkan terlalu banyak bekal maka kita tidak akan pernah berlayar bro, yang ada dirimu itu masih merasa kurang dengan apa yang kamu siapkan.

  Sesungguhnya pernikahan itu nggak bisa digampang gampangin tetapi bukan hal yang menakutkan (Kata guru saya yang belum nikah). persiapan diperlukan agar kita sigap dalam menghadapi berbagai masalah yang menerpa rumah tangga kita tetapi setiap orang mempunyai ceritanya masing masing. 

 Setiap kapal mempunyai lautnya sendiri , setiap nahkoda punya tantanganya tersendiri. Setiap pernikahan itu unik tidak ada yang sama antara satu dengan yang lain nya itu sudah menjadi Qadha Allah Subhanahu Wata'ala . Ujian yang di lalui pasti juga berbeda beda antara rumah tanggamu dengan rumah tangga yang lain nya.

  Pandangan seseorang Tentang Pernikahan di pengaruhi oleh apa yang dilihat dan dipelajarinya, ini seperti yang dikatakan syekh An-Nabhani dengan kitab nya bernama “Nizhamul Islam” Yang kalimat Awalnya adalah “Manusia dipengaruhi oleh mafahim nya terhadap sesuatu” Maksud mafahim disini adalah persepsi nya terhadap sesuatu.

Jadi biasanya manusia dipengaruhi oleh mafahim dan itulah yang nanti biasanya akan mengatur tingkah lakunya dalam kehidupan nya.  Sebagai contoh , mafahim seseorang terhadap yang dicintainya akan membentuk peritlaku yang berlawanan dari orang tersebut terhdap orang lain yang dibencinya , karena ia memiliki mafahim kebencian terhadapnya.

Begitu juga dengan mafahim kita tentang pernikahan, kita harus mempunyai mafahim yang benar tentang pernikahan supaya kelak nanti pernikahan bukan sekedar menikah akan tetapi bisa menjadi ladang pahala dan ibadah.

Jadi Pertanyaan Besar nya kenapa kita sebagai umat islam harus menikah?

Well, Tentu saja menikah adalah salah satu sunnah Rasulullah. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa suatu hari ada 3 orang yang  bertamu ke rumah Rasulullah. Mereka bertanya tentang bagaimana ibadah nya Rasulullah. Setlah diberitahu, salah satu diantara meraka lantas berkata “ Ibadah kita tak ada apa-apanya dibanding dengan Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam , bukan kah beliau dosa - dosanya yang telah lalu dan juga yang akan datang telah di ampuni?”

 Lalu salah seorang dari mereka kemudian berkata bahwa dia akan shalat malam tanpa terputus. Seorang yang lain menimpali bahwa dia akan selalu berpuasa tanpa berbuka, sedanan yang terakhir berkata dia akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah selamanya . 

 Kemudian Rasulullah mendatangi mereka dan bersabda :

   “kalian berkata begini dan begitu. adapun aku,demi Allah, adalah orang yang paling takut kepada Allah di antara kalian, dan juga paling bertakwa. Aku berpuasa dan juga berbuka, aku shalat dan juga tidur, serta menikahi wanita . Barang siapa yang membenci sunnahku , maka bukanlah golonganku. “ (HR. bukhari nomor 4675)

Hadits di atas jelas mengatakan bahwa menikah adalah sunnah Rasulullah. Jadi bro jangan sampai dirimu ketakutan yang berlebihan dengan namnya pernikahan , Rasulullah saja menikah seperti manusia pada umumnya , toh kamu bukan rasul, bukan nabi, masa takut sama nikah?

 Lalu Muncul pertanyaan apa manfaat “Menikah” ?

 Setidaknya saya bisa menyimpulkan bahwa menikah itu ada 5 manfaat.

  • Pertama , yaitu memperbanyak keturunan. Karena menikah adalah satu satunya cara yang sah untuk mempunyai dan menghasilkan keturunan secara agama dan pemerintah.
  • Kedua , yaitu menyempurnakan setengah agama.
  • Ketiga , yaitu menghindarkan kita dari perzinahan.
  • Keempat, yaitu mendapatkan ketenangan hati.
  • Kelima, yaitu menghadirkan kekuatan dalam ibadah dan dakwah.
Setidaknya itulah 5 Manfaat yang bisa saya simpulkan , ingat ini adalah persepsi saya tentang pernikahan , dan penilaian ini adalah objektif.

Kesimpulan nya pernikahan itu harus dibarengi ruh yaitu kedekatan diri dengan Allah Ta’ala supaya senantiasa menerima konsekuensi suka duka pernikahan selain itu , menikah memang harus mempunyai kemantangan mental dan emosi agar nanti tak ribooot trosssss.

Sekian dari saya 

Wassalamualaikum.


 

Pages