Jangan Beli Mainan, Beli Makanan Saja.

 Kita semua pasti sering kalau ke warung atau melihat Ibu-ibu gendong anak nya ke warung atau kemana gitu, Terkadang ada dialog anak dan ibunya “Mah , pengen mainan itu “ dan kadang si ibu menjawab dengan sedikit marah seraya mengalihkan keinginan si anak dengan yang lain “Jangan beli mainan, udah beli makanan saja”
.
Banyak sekali hal-hal yang seperti itu di sekitar kita, Menurut saya ini adalah hal yang sangat kecil, dan tentunya lumrah di indonesia tapi ini sekaligus salah satu hal yang dapat menghancurkan masa depan anak dan menghancurkan bangsa secara keseluruhan.

Mungkin pernyataan ini terlihat lebay atau bagaimana ,tapi saya punya alasannya.
Jadi begini, dulu saat zaman penjajahan, sebelum, atau setelah zaman penjajahan, kita ambil contoh saja zaman Soekarno , Indonesia mengalami kemiskinan yang luar biasa, banyak orang indonesia yang bangkrut bahkan banyak yang kelaparan pada masa itu.
.
Dan orang tua - orang tua pada zaman itu hanya punya 1 jatah untuk anak nya. Yaitu, Jatah makan dan itu pun disatu dengan jatah jajan. Jadi kalau jatah makan nya dipakai dia nggak jajan,begitupun sebaliknya kalau jatah jajan nya dipakai maka dia nggak makan.
.
Jadi anak - anak pada zaman itu dikalau dia mau jajan dia harus jajan makanan, agar dia tidak mengambil jatah makanan dirumah karena memang jatahnya yang sangat terbatas. Sekarang, kita berkelimpangan pangan walaupun negara kita masih negara berkembang.
.
Nah akan tetapi berhubung orang orang kita ini khususnya di indonesia ini malas berpikir sehingga tidak mau berkembang dan cenderung mengikuti tradisi-tradisi lama tanpa harus kritis bahkan sampai turun temurun. Dan akhirnya kita menghancurkan anak anak generasi setelah kita tanpa kita sadari.
.
Jika kita melarang anak kita membeli mainan dan menggantikan mainan itu dengan makanan, maka resiko pertama yang kemungkinan terjadi adalah bahwa si anak tidak akan mau berpikir kreatif, dan cenderung akan gagal dalam mengembangkan bakat dan minat nya.
.
Bermain bagi anak-anak ratusan kali lebih baik dari pada anak duduk di kelas, duduk, menulis , dan memikirkan soal soal yang bejibun nggak ada habisnya.

 

Kalau anak-anak belajar dengan cara bermain maka kemampuan kognisi, mental, sosialisasi, dan fisik akan ter-asah.
.
Dan itu semua dimulai ketika mereka bermain, maka penuhi mereka dengan mainan. sedangkan realita sekarang di indonesia ketika anak anak akan atau ingin membeli mainan cenderung mereka memarahi dan mengungkit mainan yang dulu rusak karena ulah anaknya.
.
Disatu sisi anak anak tidak akan bisa berpikir kreatif karena tidak mengenal mainan, disisi lain anak anak menjadi obesitas dan gendut. Para ilmuwan berpendapat bahwa ketika jika masa kanak kanak nya gendut maka pada saat dia beranjak dewasa juga akan gendut.
.
Dan menurut psikolog gendut adalah suatu tanda ketidakproduktifan walaupun tidak selalu seperti itu. Bayangkan Amerika serikat saja banyak orang gendut nya disana, apalagi orang orang timur tengah walaupun mereka gendut tetapi setidak nya mereka makmur dan maju secara ekonomi sedangkan indonesia?
.
Di Indonesia gendut itu bukan karena dia makmur akan tetapi pembiasaan yang salah sejak kecil, disatu sisi anak indonesia tidak kreatif, tidak maju, tidak mau berpikir, tidak mau skeptis, tidak mau kritis. tapi disisi lain mereka nyantai, rebahan, males, memprioritaskan makan dan bahkan ada istilah belum makan kalau belum makan nasi.
.
Dan ada satu hal yang harus benar benar diperhatikan disini yang kadang kadang jadi pertanyaan dibenak saya. Emang jajanan di indonesia itu sehat sehat? kenapa orang tua selalu memaksa anak nya untuk jajan makanan ketimbang membeli mainan? biar kenyang kah? emang makanan nya sehat?
.
Kita berbicara saja realita yang lain, Rokok di indonesia sangatlah dilarang keras oleh banyak orang dari mulai kalangan bawah dan atas banyak yang menentang hal itu dan lain sebagainya hingga pajak nya ditinggikanlah, iklan nya dilarang atau,apapun itulah.
.
Karena apa? karena rokok disadari dapat merusak kesehatan. Sekarang, gula merusak kesehatan sama dengan rokok tingkat kematian yang disebabkan oleh karena mengkomsusi secara berlebih sama dengan kematian yang disebabkan oleh asap rokok.
.

Demikianlah, bahkan mungkin secara idealis itu lebih besar akan tetapi begini. Rokok dilarang habis habisan dengan alasan merusak kesehatan , tapi kenapa mengkonsumsi gula malah dipaksakan untuk anak anak?
.
Banyak contoh iklan yang mengajarkan sesuatu yang buruk, misal ada satu iklan yang menyuruh anak untuk minimal mengkonsumsi susu 2 gelas perhari, padahal apa yang diiklan kan adalah susu yang hampir tidak mengandung susu sedang gula nya 50% dari kandungan total produk tersebut.
.
Artinya di zaman sekarang anak anak itu harus gendut sejak awal dan aneh nya itu dikampanyekan. Balik lagi ,kalau anda adalah calon orang tua, atau mungkin orang tua beneran mulai lah banyak belajar ilmu parenting , mulai lah banyak berpikir tentang bagaimana cara mendidik anak.
.
Berikanlah mereka keleluasaan bermain untuk mengembangkan kreatifitas dan potensi bakat yang ia miliki, bukan malah memaksa mereka untuk makan dan mengabaikan mainan mereka.
Belajarlah dari Rasulullah dalam hal mengurus anak.
 

Pages