Hizbut tahrir atau lebih dikenal di indonesia dengan sebutan "HTI" didirikan oleh Syeikh Taqiyudin an Nabhani (Hafidzul Quran, Qadhi/hakim Palestina lulusan Al Azhar) pada tahun 1953 . HT awalnya memang gerakan politik (partai politik) yang memang mengusung panji penegakan sistem khilafah al-Islamiyah.
Syeikh Taqiyudin ini adalah cucu dari syekh Yusuf An nabhani yang dikala era kekhilafahan ottoman adalah ulama yang dikenal kecintaannya kepada Rasulullah.
Awalku mengenal hizbut tahrir sangat unik bagiku , awal nya dulu aku tak pernah mau masuk jama'ah dalam kelompok manapun selain NU. Aku dulu sangat dekat dengan NU karena disini ada pesantren yang dulu aku adalah santri nya, ya walaupun aku tidak melanjutkan mengaji di NU aku merasa aku masih cinta dengan ormas islam yang satu ini.
Aku banyak belajar di NU . Tentang tata cara shalat, dzikir, Sholawat, dan ibadah mahdhah lainnya. Jadi Nahdlatul 'Ulama adalah ormas yang sangat aku cintai pada masa itu dan agak skeptis dengan kelompok jama'ah yang lain seperti salafi , HTI ataupun Jama'ah tabligh. Akan tetapi seiring berjalan nya waktu aku mulai berpikir kritis tentang keadaan islam dan keadaan dunia pada masa sekarang.
Darimulai Perang di timur tengah , penyerangan israel ke palestina, penghinaan nabi dan ajaran islam, pembunuhan dimana mana, dan lain sebagainya. Ada juga banyak pertanyaan yang mengendap di benakku yang tidak bisa aku temukan jawabannya dari seorangpun. Seperti untuk apa aku hidup di dunia? Kapan tuhan diciptakan? ataupun pertanyaan lain yang mengarah pada aqidah. Haha rusak rasanya aku ketika melihat masa masa itu. Aku berasa aku hanya belajar dari dogma guruku (taqlid) bukan dari kemampuan berpikirku.
Suatu hari aku iseng iseng mencari informasi hizbut tahrir dari berbagai sumber, dari mulai website website dari berbagai kelompok islam , Video Video Youtube tentang Hizbut tahrir , dan beberapa pendapat dari Asatidz terkemuka di indonesia tentang kehadiran tentang organisasi Hizbut tahrir ini. Dan apa yang dapatkan dari informasi yang saya kumpulkan adalah kebanyakan tentang sesat nya hizbut tahrir, ketimbang informasi yang baik tentang hizbut tahrir.
Darimulai salah satu kitab nya yang mencantumkan bahwa "mereka boleh meraba wanita yang belum mahrom" , hizbut tahrir yang tidak beriman kepada Qadha dan qadar karena tidak mempercayai Hadits ahad sebagai dalil Aqidah, Neo mutazillah, dan sering dibilang kelompok khawarij. Tapi aku untung nya aku tidak langsung menelan itu mentah mentah karena ada salahsatu video dimana ada salah satu ustadz populer yang berpahaman sama dengan hizbut tahrir bahkan dia menjelaskan dengan sangat apik menurutku.
Dia menjelaskan hizbut tahrir bagi dirinya yang banyak mengubah hidupnya, artinya ini adalah pendapat subjektif dari beliau. Setelah mendengar pendapat panjang lebar aku berasa ingin tabayun pada kelompok ini dengan mencari jama'ahnya langsung agar aku bisa mempertimbangkan apakah hizbut tahrir memang buruk untuk diikuti pergerakan dakwahnya.
Aku terus mencari orang yang bisa mengenalkan ku pada hizbut tahrir dari mulai mencari akun facebook anggota hizbut tahrir, mencari forum online islam, dan berdiskusi dengan beberapa orang. Darisitu aku merasa bodoh, karena mencari cari bersusah payah padahal ternyata sahabatku sendiri adalah calon pelajar hizbut tahrir.
Fajar, ya dia adalah calon pelajar hizbut tahrir dan katanya dia menjalani sebagai calon pelajar hizbut tahrir selama 1 tahun. Lama sekali ya? didalam pikirku kok untuk menjadi pelajar saja harus menunggu dan belajar selama 1 tahun. Apalagi nanti jadi anggota atau jadi menjadi pelajar resmi nya. Tapi disana aku jadi banyak berdiskusi tentang politik, Aqidah, dan kegiatan ibadah lainya
Dan setelah aku berdiskusi banyak tentang hizbut tahrir , aku merasa aku ingin melihat langsung kegiatan hizbut tahrir secara langsung dan meminta fajar untuk mengenalkan ku dengan salah satu guru di hizbut tahrir. Dan disepakatilah oleh kita berdua bahwa dia berjanji akan mengenalkan ku dengan salah satu gurunya di hizbut tahrir setelah mengikuti kajian mereka.
Datanglah aku mengikuti kajian hizbut tahrir yang disana membahas tentang tema tujuan hidup manusia, dan ntah kenapa aku merasa terpukau dengan penjelasan nya , rasanya pertanyaan yang aku simpan berbulan bulan dapat terjawab semua disini. Konsep Islam yang sama sekali berbeda dari yang saya ketahui dari awal, tentang konsep Islam mengenai aqidah aqliyah (akidah dari jalan perpikir), qadha-qadar (tentang takdir, hidayah, nasib), politik, ekonomi, pendidikan, keuangan sampai ideologi Islam, mata saya terbuka, pandangan tentang Islam samasekali berubah, dari situ saya memahami, Islam bener-bener keren teryata.
Darisinilah aku mulai berani mempertanyakan hal hal yang sensitif seperti informasi yang aku temukan di internet seperti apakah hizbut tahrir berpamahaman mutazillah, kenapa hizbut tahrir disebut organisasi terlarang, kenapa hadits ahad tidak dijadikan landasan aqidah , dan lain sebagainya . Aku ingat kita berdiskusi sampai larut malam saking banyak nya pertanyaan yang saya tanyakan.
Dan apa yang ku dapat dari jawaban guru itu sangatlah memuaskan bagiku dan akalku tentunya. Aku merasa kok beda sekali dengan apa yang aku dapat di internet. Sangat sangat jauh sekali, aku pikir kasihan sekali mereka kalau menjadi kambing hitam terus menerus karena kurang nya tabayun dari para ustadz diluar kelompok mereka. 😞
Sejak saat itu aku memutuskan untuk menjadi calon pelajar hizbut tahrir , dan diangkat menjadi pelajar saat 3 bulan menjalani Liqo dan Halaqah. Aku dibina dari awal dari kitab-kitab asli berbahasa arabnya, membaca sendiri baris demi baris setiap paragrafnya, dan menerjemahkan sendiri, serta memahami satu-persatu maksud penulisnya, memeriksa kesesuaiannya dengan Al-Qur’an dan Al-Hadits, masyaAllah. Aku merasa beruntung mengenal Hizbut tahrir.
Terus terang, sejak 1 bulan menjalani dan mengkaji di Hizbut Tahrir, Aku sudah diingatkan “hati-hati mengkaji di Hizbut Tahrir” dengan alasan ini dan itu, bahkan disodorkan buku bertema “bukti-bukti kesesatan Hizbut Tahrir”, tapi mohon maaf, aku justru kasihan dengan para penulisnya, karena mereka mengangkat fakta yang sama sekali salah, karenanya pembahasannya pun jadi salah, sedang apa yang aku pelajari, jauh daripada itu, sama sekali tidak ada fakta sebagaimana yang dituduhkan.
Yang lebih lucu, ada yang menyampaikan “Hizbut Tahrir boleh berciuman ataupun meraba” padahal pas kajian pun, bertegur sapa ikhwan-akhwat sekalas saja kita canggung, rapat saja dipisah total ikhwan-akhwat.
Atau contoh lagi yang dituduhkan “Hizbut Tahrir menolak hadits ahad”, padahal hadits tentang kembalinya khilafah itu ya hadits ahad, shalat juga hadits ahad, masa kalau Hizbut tahrir menolak hadits ahad mungkin mereka nggak akan memperjuangkan khilafah yang notabene hadits yang dirujuk adalah hadits ahad, ya kan?
Kupikir benar apa kata pepatah " Tak kenal maka tak sayang" , belum kenal udah nuduh, belum pernah jumpa udah nulis tentang dia, belum pernah ngobrol bareng udah bilang ini-itu, padahal ya cuma tau dari “kata orang”, sayang ajaran Islam tentang tabayyun justru kita nggak budayakan. Yah namanya juga era bersosial media juga ya kan wkwk? aku pernah nulis itu sebelumnya.
Aku adalah bagian dari Hizbut Tahrir, dan itu tidak menghalangi saya menganggap
jamaah dakwah lainnya sebagai bagian dari kesatuan kaum Muslim. Jika hizbut tahrir bubar pun aku tak apa asal islam tetap bersemayam didalam jiwaku. Hizbut tahrir adalah wasilah bagiku untuk mengenal konsep islam dan solusi islam dalam mengatasi problematika di dunia ini.
